Ada kalanya aku
berharap. Setiap detik yang aku lewati pasti diiringi dengan secercah harapan.
Harapan yang bahkan tak sebanding Kenyataan. Harapan yang entah kapan
terwujudkan.
Aku lahir. Aku tumbuh.
Aku belajar. Aku bermimpi. Dan akhirnya Aku berharap. Adakah yang salah ketika
aku berharap? Apakah berharap adalah sesuatu yang diharamkan? Tak pernah aku
mengerti dengan kecilnya harapan yang terwujud, tapi masih saja aku bisa berharap
banyak.
Harapan seringkali
menyiksaku, seolah membunuhku secara perlahan. Ketika aku menempatkan ekspetasi
yang terlalu ditinggi, saat itulah aku pasti terjatuh pada kekecewaan. Mungkin
banyak di luar sana orang-orang yang takut berharap, mereka takut untuk
merasakan kekecewaan yang mendalam. Tapi bukankah semua hal berawal dari
'berharap' ? Tak ada hal yang muncul secara instant dengan sendirinya. Semua
pasti butuh harapan, agar kita tau kemana arah tujuan, yang mungkin bisa
membawa kita pada kesuksesan.
Harapan, yang
seringkali tak sesuai yang diharapkan. Harapan seolah menempatkan dirinya pada
bagian terpenting di kehidupan. Harapan bagaikan satu-satunya jalan yang
membawa kita pada kedamaian.
Aku sering berharap,
aku mempunyai harapan. Terkadang aku menggunakan harapanku sebagai amunisi
disaat aku terjatuh. Tapi terkadang pula, justru harapan itulah yang membuat
aku terjatuh. Setiap harinya aku berteman dengan harapan, harapan bisa menjadi
teman yang selalu menyemangati, walau sosoknya tak ada, walau sebenarnya
harapan dibuat oleh hati kita sendiri.
Janganlah takut
berharap jika dalam kenyataan harapan-lah yang membawamu sampai sejauh ini.
Sampai ke titik yang kamu idamkan. Sesungguhnya, orang yang paling kaya di
dunia adalah orang yang memiliki banyak harapan di hatinya.
Dibuat 21 Desember 2012
01.17
0 komentar:
Posting Komentar