Jumat, 10 Juni 2016

Merindukanmu Malam Ini


malam ini, rindu datang menyapa.
entah dari mana asalnya dan sebab apa
ia pulang berkelana dan mecatut nama tepat di kepala
yang seharusnya bukan kau juga bukan siapa-siapa
rindu adalah pedang bermata dua
dan pikiran yang menghunuskannya
aku ditikam di bagian dada dengan santun, perlahan, dan dalam
padahal cahaya cinta telah lama padam
andaikata rindu adalah dosa
ini adalah contoh kecil api neraka
yang begitu menyiksa dada.
membuat mata berkabut
bibir ini merengut
nadi berdenyut
aku selalu berlatih keras
menyiksa diri untuk terlihat baik-baik saja
meskipun kenyataan berbicara
pikiran dan hatiku cemas
kau memang telah pergi, tak peduli seberapa jauh
namun rindu ini membuatmu terasa dekat
sebab kita pernah saling berlabuh
hingga memutuskan minggat
melihat kenangan melambaikan tangan
mengajak ingatan berdansa
membangkitkan angan
membangunkan rasa
aku hanya ingin mendengar suaramu
meski kusadar betul hak itu bukan atas izinmu
walau pun kau hanya bayang semu
tak kutampik kuharap sebuah temu
hai, apa kabar kau di sana? di sini aku hanya bisa berdoa
semoga kau selalu bahagia dan baik-baik saja
semoga kau masih ingat aku, tidak pun tidak apa-apa
tulisan ini hanya sebagai sebuah salam
dari aku yang sedang merindukanmu

Related Posts:

  • Pahamilah, Aku Lelah Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE … Read More
  • (singkat) Filosofi HujanDatangnya hujan ataupun teriknya mentari sama-sama adalah Rahmat. Semua mempunyai kelebihan & kekurangan masing-masing. Begitupula dengan kehidupan kita yang tetap harus diisi dengan berpikir positif agar sabar & s… Read More
  • Antara Hujan dan Kenangan Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE … Read More
  • SpasiSpasi itu bumbu kalimat. Kalau spasi nggak ada, mungkin sebuah kalimat akan terasa hambar, seperti  teh tanpa gula, atau nasi tanpa lauk. Itu adalah spasi dalam rangkaian kalimat, elemen terkecil pembentuk cerita. Lalu… Read More
  • Bahagia Terbesarku ? (Pernah) Memilikimu Kamu pernah bertanya "Apa sih yang membuatku sedemikian sayang padamu?". Dan ketika itu aku masih terbuai dalam asmara mendalam padamu hingga tak dapat menuturkannya dalam baris aksara. Tapi kini setelah tak ada lagi soso… Read More

0 komentar:

Posting Komentar