Layaknya sungai, hidup terus mengalir. Namun entah kapan akan sampai ke hilir.
Layaknya angin, rasa sakit kadang datang, lalu tertiup. Namun entah bagaimana luka akan tertutup.
Layaknya senja, kamu...
malam
ini, rindu datang menyapa.
entah dari mana asalnya dan sebab apa
ia pulang berkelana dan mecatut nama tepat di kepala
yang seharusnya bukan kau juga bukan siapa-siapa
rindu adalah
pedang bermata...
Mungkin
kamu sedang menerka-nerka esok hari akan kau jatuhkan hatimu dengan pasrah pada
sesiapa. Sebab kamu tak pernah tahu
kapan semesta membuka kotak kejutan yang berisi jawaban dari rahasia
waktu.
Perihal
hari-hari...
Aku masih saja
menyusuri jalan-jalan yang sungguh masih sama hanya keadaannya saja yang
berbeda. Kaki kita pernah meninggalkan debu bekas langkah yang
beriringan walau ruang dan waktu...