Hai, air mata. Mungkin kau adalah sahabat bagiku. Engkau selalu ada saat aku merasa sepi. Engkau selalu menemani dikala rasa sakit menggerogoti. Engkau selalu menanti saat sedih menyerang hati.
Aku tak tau, apakah engkau sahabat yang baik atau sahabat yang buruk. Aku juga tak tau, apa aku harus berterima kasih atau membencimu. Yang aku tau, hanya engkaulah yang selalu ada untukku.
Namun mengapa kehadiranmu hanya ada saat aku sedih? Tapi tak ada saat aku bahagia. Apa karena aku yang terlalu sering menangis? Atau aku yang jarang merasakan bahagia? Ya, mungkin kedua hal itu yang aku rasakan bersamaan.
Tapi aku menghargai kehadiranmu. Hanya engkaulah yang bisa melegakan penat yang terus bergemuruh di otakku. Mungkin hanya itu yang bisa aku lakukan. Terus menerus meneteskan air mata, hingga mungkin saja air mata ini akan habis.
Cinta yang terjadi padaku. Cinta yang mungkin salah sasaran. Hal inilah yang selalu menjadi bahan sendu ku tiap malam. Lagi lagi, hanya air mata yang menemani. Ya, engkau memang selalu setia.
Setelah ribuan tetes air mata yang mengalir sepanjang hidupku ini. Aku mulai sadar, ternyata air mata tidak menyelesaikan apapun. Engkau hanya membumbui keadaan sedih, menjadi semakin sedih. Engkau tidak dapat menyembuhkan sakit. Engkau tidak bisa menghindarkanku dari rasa cinta yang semu.
Aku tak ingin terus menerus menangis, seperti anak kecil yang kehilangan permennya, seperti orangtua yang kehilangan anaknya, seperti gadis kecil yang kehilangan boneka manisnya. Aku tidak seperti mereka. Aku hanya mencintai orang yang tidak sepantasnya aku cintai. Aku hanya berharap kebahagiaan dari orang yang salah. Dan aku tak ingin lagi menangisi seseorang yang bahkan tidak peduli pada air mataku.
Selamat tinggal, air mata. Aku akan merindukanmu kelak. Karena aku akan berjanji pada diriku sendiri. Ini adalah tangisan terakhirku. Meskipun aku tak yakin akan meninggalkanmu sepenuhnya. Karena suatu saat pasti akan datang kesedihan yang jauh lebih sakit dari cinta ini. Akan datang rasa sakit yang lebih perih dari perasaan ini. Dan pada saat itu, aku akan lebih membutuhkanmu untuk menemani.
See you soon, tears.
10 Nov 2013
22.57
0 komentar:
Posting Komentar